06 May 2011

Kaspesrky Internet Security 2011

agan-agan sekalian, ane mau share antivirus kaspersky Internet Security 2011 lengkap dengan serial numbernya, yang mau download silahkan ini linknya gan..http://freakshare.com/files/zeqlv2tr/Kaspesrky-Internet-Security-2011.rar.html

12 May 2010

Hidup adalah pilihan

Hidup adalah pilihan
Ketika kita menentukan pilihan
kita harus yakin dengan pilihan itu
walaupun dalam pilihan itu
kita diejek, dihina dan dimaki
itu semua kata orang

yang tahu sisi baiknya pilihan
kita sendiri
dan kita harus yakin
dengan pilihan kita
apapun kendalanya
kita harus yakin
bahwa pilihan kita
telah mencerminkan pikiran kita
dan tidak menipu orang lain
sebagai pengekor

Yogyakarta 1-2-2007

Pejuang

Pejuang
Aku ini Pejuang adalah pejuang
mengapa engkau tidak sadarr juga
yakinlah dengan bekal ilmu yang kau bawa
dan hari ini engkau masih ragu-ragu
untuk menentukan pilihanmu
kenapa engkau tidak sadar juga
engkau pejuang..... engkau pejuang.....
kenapa engkau tak menyadari

kau lihat keadaan bangsa sekarang ini pejuang
coba kau lihat lagi pejuang
siapa yang merubah bangsa ini
menunggu orang lain
padahal engkau bisa
kenapa engkau sulit sekali
menentukan pilihan

bukankah kau pernah konsisten
kenapa sekarang engkau lemah tak berdaya
langkahmu hari ini bisa menentukan masa depanmu
mana janjimu pejuang.....
janji adalah hutang pejuang...

istiqomah pejuang
istiqomalah......
banyak pendahulumu yang lebih menderita darimu....
tetapi mereka tak pernah berhenti
dalam berjuang
sampai alhir hayatnya
ada juga yang tidak sempat
menikmati hasil perjuangannya
tetapi mereka tetap istiqomah dalam berjuang
istiqomahlah pejuang.....

Yogyakarta 28-10-06

Sarjana

Sarjana
Kata yang di idamkan seorang
untuk memperoleh harkat martabat
tapi ini dahulu, yagn tak berlaku untuk sekarang
Sarjana
Legitimasi kampus
dalam memperoleh gelar sarjana
ada 2 tujuan besar
waktu kuliah mencari nilai,
tamat kuliah mencari kerja
Sarjana
tak lebihnya hanya penjahat intelektual,
yang hanya memikirkan diri sendiri
bukankah tujuan pertama
dari pembesar bangsa terdahulu
dididik untuk menyelesaikan persoalan bangsa,
persoalan masyarakat, yang menjadi pioner
untuk bersanding
tapi sarjana malah lucu
dan wajib ditertawakan
jangankan menyelesaikan persoalan bangsa
dan rakyat.
persoalan sendiri saja tidak bisa diselesaikan
ha.. ha..ha...
itu namanya sarjana
jangan panggil aku sarjana
tapi aku sarjana
walaupun aku sudah diberi gelar sarjana
aku belum mampu untuk memikulnya
panggil saja aku rakyat biasa
yang tak mengerti apa-apa

Yogyakarta 14 Juli 2007

31 December 2008

Seni kontemporer

Seni kontemporer

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Dialihkan dari Kontemporer)
Langsung ke: navigasi, cari

Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi Seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan jaman dulu dan berkembang sesuai jaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern.

Kata “kontemporer” yang berasal dari kata “co” (bersama) dan “tempo” (waktu). Sehingga menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Atau pendapat yang mengatakan bahwa “seni rupa kontemporer adalah seni yang melawan tradisi modernisme Barat”. Ini sebagai pengembangan dari wacana postmodern dan postcolonialism yang berusaha membangkitkan wacana pemunculan indegenous art. Atau khasanah seni lokal yang menjadi tempat tinggal (negara) para seniman.

Secara awam seni kontemporer bisa diartikan sebagai berikut:

  1. Tiadanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, anarki, omong kosong, hingga aksi politik.
  2. Punya gairah dan nafsu "moralistik" yang berkaitan dengan matra sosial dan politik sebagai tesis.
  3. Seni yang cenderung diminati media massa untuk dijadikan komoditas pewacanaan, sebagai aktualitas berita yang fashionable.

[sunting] Seni kontemporer dan seni posmodern

Kaitan seni kontemporer dan (seni) postmodern, menurut pandangan Yasraf Amir Piliang, pemerhati seni, pengertian seni kontemporer adalah seni yang dibuat masa kini, jadi berkaitan dengan waktu. Sedangkan seni postmodern adalah seni yang mengumpulkan idiom-idiom baru. Lebih jelasnya dikatakan bahwa tidak semua seni masa kini (kontemporer) itu bisa dikategorikan sebagai seni posmodern, seni posmodern sendiri di satu sisi memberi pengertian, memungut masa lalu tetapi di sisi lain juga melompat kedepan (bersifat futuris).

[sunting] Perkembangan seni kontemporer Indonesia

Dalam seni rupa Indonesia, istilah kontemporer muncul awal 70-an, ketika Gregorius Sidharta menggunakan istilah kontemporer untuk menamai pameran seni patung pada waktu itu. Suwarno Wisetrotomo, seorang pengamat seni rupa, berpendapat bahwa seni rupa kontemporer pada konsep dasar adalah upaya pembebasan dari kontrak-kontrak penilaian yang sudah baku atau mungkin dianggap usang.

Konsep modernisasi telah merambah semua bidang seni ke arah kontemporer ini. Paling menyolok terlihat di bidang tari dan seni lukis. Seni tari tradisional mulai tersisih dari acara-acara televisi dan hanya ada di acara yang bersifat upacara atau seremonial saja.

Seperti diungkapkan Humas Pasar Tari Kontemporer di Pusat Latihan Tari (PLT) Sanggar Laksamana Pekanbaru yang tidak hanya diminati para koreografer tari dalam negeri tetapi juga koreografer tari asing yang berasal dari luar negeri. Sebanyak 18 koreografer tari baik dari dalam maupun luar negeri menyatakan siap unjuk kebolehan dalam pasar tari kontemporer tersebut. "Para koreografer sudah tiba di Pekanbaru, mereka menyatakan siap unjuk kebolehan dalam pasar tari itu," ujar Humas Pasar Tari Kontemporer, Yoserizal Zen di Pekanbaru[1].

Lukisan kontemporer semakin melejit seiring dengan meningkatnya konsep hunian minimalis, terutama di kota-kota besar. Seperti diungkapkan oleh seniman lukis kontemporer Saptoadi Nugroho dari galeri Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta, "Lukisan kontemporer semakin diminati seiring dengan merebaknya konsep perumahan minimalis terutama di kota-kota besar. Akan sulit diterima bila kita memasang lukisan pemandangan, misalnya sedangkan interior ruangannya berkonsep modern."[2]

Hal yang senada diungkap oleh kolektor lukisan kontemporer, "Saya mengoleksi lukisan karena mencintai karya seni. Kalaupun nilainya naik, itu bonus," kata Oei Hong Djien, kolektor dan kurator lukisan ternama dari Magelang. Begitu juga Biantoro Santoso, kolektor lukisan sekaligus pemilik Nadi Gallery. "Saya membeli karena saya suka. Walaupun harganya tidak naik, tidak masalah," timpalnya.

Oei dan Biantoro tak pernah menjual koleksinya. Oei memilih untuk memajang lebih dari 1.000 bingkai lukisannya di museum pribadinya. Karya-karya besar dari Affandi, Basuki Abdullah, Lee Man Fong, Sudjojono, Hendra Gunawan, dan Widayat terpampang di sana bersama karya-karya pelukis muda.

Pendapat lain dari Yustiono, staf pengajar FSRD ITB, melihat bahwa seni rupa kontemporer di Indonesia tidak lepas dari pecahnya isu posmodernisme (akhir 1993 dan awal 1994), yang menyulut perdebatan dan perbincangan luas baik di seminar-seminar maupun di media massa pada waktu itu.

Seminar Seni Kriya Dulu, Kini dan Mendatang

Seminar Seni Kriya Dulu, Kini dan Mendatang

Dalam rangka Purna Tugas Prof Dr Sumijati Atmosudiro, dan memperingati lustrumnya yang ke-IX, Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM menggelar seminar internasional bertajuk “Craft: Past, Present And Future”, di fakultas setempat, Sabtu (8/9). Seminar dibuka Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi MEng PhD, diikuti 200 peserta dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Belgia dan Jerman.

Seminar Internasional Kriya Dulu, Kini dan Mendatang, menurut Dr Inajati Adrisijanti merupakan bentuk penghargaan Jurusan Arkeologi FIB UGM kepada Prof Dr Sumijati Atmosudiro. Seorang Guru Besar di Jurusan Arkeologi FIB UGM, yang telah memasuki usia 65 tahun dan telah mencurahkan perhatiannya pada seni kriya, khususnya gerabah.

Seni kriya merupakan suatu hasil budaya manusia yang sangat hebat. Seni kriya merupakan suatu ekspresi yang sifatnya pengabungan antara simbol sakral dengan non sakral—mengekspresikan konsep budaya ide menjadi kenyataan—yang mempunyai nilai keindahan bagi dirinya dan bagi orang lain. Kadang, hasil Seni kriya tersebut hanya diperuntukkan untuk sesaat, tetapi juga dapat dipakai untuk selamanya. Seni kriya terealisasi dalam berbagai media seperti dalam lontar, bambu, kayu, batu (andesit, pualam granit dsb), serta ataupun gabungan berbagai media. Hal ini menunjukkan bagaimana manusia masa lalu mencoba mengembangkan diri menyemesta.

Sumbangan besar Jurusan Arkeologi FIB UGM pada Seni Kriya terjadi pada tahun 2000. Saat itu Jurusan Arkeologi membantu pengrajin batu akik di Pacitan melalui peningkatan mutu desain.

”Tadinya masyarakat menjual dalam bentuk akik sederhana. Bongkahan-bongkahan, setelah kita bersama mereka, batu-batu dibentuk barang yang lain, seperti gantungan kunci dan lain-lain,” ujar Inajati.

Sentra kriya akik di daerah itupun akhirnya terus berkembang. ”Hingga saat ini telah terbentuk jalur pawonsari (Pacitan, Wonogiri, Wonosari). Di jalur selatan ini banyak ditemui sentra-sentra industri semacam ini,” lanjut Inajati.

Sementara itu, salah satu panitia seminar Dr Widya Nayati MA mengungkapkan, hasil seni kriya berkait erat dengan perkembangan kebudayaan suatu bangsa. Dari seni kriya, berbagai bukti adanya perkembangan kebudayaan dapat dipahami. Kontak antar individu—baik dari kelompoknya maupun dengan kelompok lainnya (baik dalam satu wilayah maupun dari luar wilayah geografisnya), menjadikan perkembangan budaya masing-masing kelompoknya.

”Seni kriya dapat berfungsi sebagai media komunikasi antara satu individu dengan yang lainnya, ataupun antara satu kelompok dengan kelompok lainnya,” ungkap Widya Nayati.

Selain itu, katanya, perlu pola pendidikan menjadikan setiap manusia Indonesia trampil dalam melakukan dan mengembangkan seninya. Pengenalan atas seni kriya, proses pembentukan serta pengenalan atas seni lokal-tradisional pun harus disampaikan kepada generasi sekarang.

Permainan anak tradisional—baik itu othok-othok—misalnya, kata Widya Nayati, merupakan suatu peraminan tradisional yang sangat fantastis dan futuistik. Dengan hanya memainkan alat tersebut, anak akan mampu mengolah dan melenturkan otot tangannya. Anak dibiasakan dengan berbagai bunyi dari alat yang sama—karena satu mainan othok-othok akan menghasilkan bunyi yang saling berbeda.

”Selain itu, dari othok-othok, anak mampu melihat bagaimana pembuat mengeksploitas alamnya dengan arif—tanpa merusak. Mereka membuat secukupnya, untuk orang lain, dan untuk kebaikan semuanya. Jelas bahwa penemuan Seni kriya merupakan penemuan ’yang beyond the limit’ pada masa itu,” tandasnya.

Sejumlah pembicara tampak hadir dalam seminar ini, seperti Mr Rudi Corens, Drs H Gunardi Kasnowihardjo Mhum, Dra Juhartatik, Dr John N Miksic, Drs Abd Azis Rashid MA, Horst Liebner MA, Prof Soedarso Sp MA, Dr A Agung Suryahadi MEd CA, dan Dra DS Nugrahani.(Humas UGM)

Gerakan seni dan kriya

Gerakan seni dan kriya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual.

Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.

[sunting] Klasifikasi

Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:

  1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis
  2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art Nouveau

[sunting] Contoh karya

  • Cover majalah studio 1888 - tidak dikenal
  • Cover majalah "Craftsman" - Gustav Sticley
  • Halaman buku "Morte'd Arthur" - Aubrey Breadsley

[sunting] Contoh seniman

  • William Morris
  • Owen Jones
  • Gustav Sticley
  • Aubrey Breadsley
  • Arthur Mc. Murdo
  • Adolf Loos
  • Michael Tonet

06 September 2008

Elang

ElangOleh : Ardian Syam
Semua orang tahu bahwa elang adalah burung yang mampu terbang paling tinggi di dunia ini. Elang bahkan membuat sarang di ketinggian. Padahal semua tahu bahwa di ketinggian, angin selalu bertiup sangat kencang.
Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung. Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Kutipan di atas saya dapat dari Hendry Risjawan di www.wikimu.com.
Elang selama ini menjadi icon bagi banyak motivator trainer untuk menunjukkan bahwa seseorang perlu memotivasi diri untuk terus terbang ke atas semakin tinggi hingga sampai di atap dunia. Bahkan ada novel kecil dengan judul "Jonathan Livingstone Seagull", tentang seekor Camar yang berusaha untuk terbang lebih tinggi seperti elang.Ternyata elang tidak mendapatkan semua itu secara serta merta. Bahkan secara genetis saja elang tidak mendapatkan kemudahan untuk terbang tinggi. Benar bahwa bentuk tubuh, rentang sayap dan kekuatan kepak dan bulu-bulu sayap memang memungkinkan elang untuk terbang tinggi. Tetapi kemampuan terbang tinggi itu tidak mudah untuk dipertahankan.Hanya saja, elang tidak melakukan pilihan. Elang melakukan begitu saja tanpa berfikir. Semua proses 150 hari tersebut dilakukan tanpa pernah menimbang-nimbang apakah akan terasa menyakitkan. Bagaimana dia mengumpulkan makanan agar tetap memiliki energi selama proses transformasi, tidak pernah dia fikirkan. Semua dijalankan sebagai sebuah keharusan hidup.
Sebagai manusia kita memang memiliki kebebasan untuk memilih. Namun sayangnya ada zona kenyamanan yang seringkali membatasi pilihan-pilihan hidup kita. Tetapi benarkah kita lebih menyukai kenyamanan kekinian dibandingkan kenyamanan lain.Kenyamanan lain? Ya, ada beberapa hal yang selama ini kita tidak miliki dan sangat ingin kita miliki, tetapi itu berarti kita harus mengubah sesuatu. Cara hidup kita selama ini perlu kita ubah bila kita ingin mendapatkan sesuatu.
Analoginya sangat mudah, ketika Anda ingin pergi ke suatu tempat padahal Anda tidak sedang berada di tempat itu, maka Anda harus bergerak pindah tempat. Bukankah itu berarti tempat Anda berdiri berubah. Maka, ketika Anda memang tidak ingin pergi kemana-mana, Anda memang tidak perlu berubah. Ketika Anda tidak ingin mendapatkan sesuatu, Anda memang tidak perlu berubah. Tidak perlu keluar dari zona kenyamanan Anda.Zona yang Anda tuju justru bisa saja lebih nyaman, namun sayang sekali, antara zona kenyamanan yang sekarang dengan zona kenyamanan yang Anda tuju berjarak dan melewati zona tidak-nyaman. Lihatlah ada 150 hari penuh zona tidak-nyaman bagi elang.Ada kabar baik, ada kabar buruk di atas tadi. Semua sekarang tergantung pilihan Anda. Anda toh bukan elang yang tidak bisa memilih.

Waktu Yang Tersisa

Waktu Yang Tersisa
Oleh : Andrie Wongso


Suatu hari di sebuah rumah sakit, tampak seorang nenek berumur sekitar 70 tahunan, tiba di rumah sakit dengan tergesa-gesa, segera dia mendaftarkan diri di bagian administrasi rumah sakit sebagai pasien dokter penyakit dalam , dan tidak lama kemudian… si nenek berjalan tertatih membawa kartu pasien dan menghampiri suster yang berada di depan ruang praktek si dokter untuk memberitahu kedatangannya dan memberikan nomer urut antriannya.

"Suster, sekarang pasien nomer berapa? Giliran saya masih harus menunggu berapa lama untuk ketemu dokter?" Tanya si nenek. "Tunggu saja nek, nanti dipanggil sesuai nomer urut" jawab si suster begitu saja. Rupanya nenek adalah pasien lama di sana sehingga tanpa banyak bertanya lagi, ia pun menempati bangku, bersama-sama dengan pasien lain menunggu giliran di panggil. Selang beberapa saat, sikapnya terlihat gelisah, sebentar-bentar dia melihat ke jam dinding, mulai mondar-mandir seolah tidak sabar menanti. Diberanikan diri menghampiri suster dan bertanya dengan was-was karena takut si suster marah. "Masih lama ya sus?" "Ya! Tunggu saja" jawab suster.

Saat giliran nomer urutnya sudah dekat, tiba-tiba ada panggilan darurat dari rumah sakit karena ada pasien gawat yang harus segera ditangani sang dokter. Bergegas dokter pun pergi meninggalkan ruang prakteknya untuk menolong pasien yang lebih membutuhkannya. Si nenek dengan kesal kembali duduk, kemudian berdiri, lalu mulai berjalan mondar-mandir.

Kejadian itu memancing reaksi 2 remaja yang juga sedang menunggu di situ, "Si Nenek itu kelihatan gelisah dan tidak sabaran ya. Sudah setua itu memangnya dia punya kesibukan apa kok menunggu aja tidak sabar begitu" Kemudian ditimpali oleh temannya, "Iya tuh, udah berumur setua itu, ngapain sih kok maunya buru-buru. Waktu kan masih panjang, belum juga larut malam".

Dengan tidak terduga oleh kedua remaja tadi, si nenek menghampiri mereka dan menyapa ramah, "Anak muda, nenek mendengar apa yang kalian bicarakan tentang nenek. Memang nenek kurang sabar menunggu disini tanpa melakukan sesuatu. Justru karena nenek sudah berumur, nenek tidak memiliki banyak waktu lagi untuk melakukan hal-hal yang belum sempat nenek lakukan. Kesadaran bahwa sisa waktu nenek yang tidak banyak inilah maka nenek tidak sabar menunggu di sini terlalu lama tanpa bisa melakukan apapun. Tentu kalian bisa mengerti kenapa nenek tidak sabar menunggu kan?"

"Oh, iya.. iya nek. Maafkan kami nek. Kami tidak berpikir panjang tentang waktu yang begitu berharga seperti kata nenek. Sepantasnya kami yang muda pun harus berpikir tidak boleh menyia-nyiakan waktu dengan tidak melakukan apa-apa seperti ini. Terimakasih nenek telah mengingatkan kepada kami".

Pembaca yang berbahagia,

Umur manusia tidak ada seorangpun yang bisa mengukur secara tepat, kapan saat kita lahir dan kapan saat kematian tiba. Jika kesadaran tentang nilai waktu, yakni akan sisa waktu yang dimiliki dan mau memanfaatkan dengan benar sesuai dengan peran kita saat ini, dimanapun kita berada, maka saat itulah kehidupan se-nyatanya baru dimulai.


Waktu adalah kekayaan paling berharga yang dimiliki setiap manusia

Mari kita manfaatkan waktu dengan optimis dan diarahkan pada sasaran hidup yang menantang, sehingga membuat hidup kita semakin hidup, penuh gairah dan bahagia!

Salam sukses luar biasa!

Andrie Wongso

Batu Ruby Yang Retak

Batu Ruby Yang Retak
Oleh : Andrie Wongso
Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu ruby yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu ruby itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut. “Mohon ampun Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap. “Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu ruby kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya.”
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu ruby retak ini menjadi lebih indah.”
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu ruby itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata ruby yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.
Netter yang luar biasa,
Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.
TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI
Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!
Salam sukses luar biasa!Andrie Wongso

Batu Ruby Yang Retak

Batu Ruby Yang Retak
Oleh : Andrie Wongso
Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu ruby yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu ruby itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut. “Mohon ampun Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap. “Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu ruby kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya.”
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu ruby retak ini menjadi lebih indah.”
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu ruby itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata ruby yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.
Netter yang luar biasa,
Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.
TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI
Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!
Salam sukses luar biasa!Andrie Wongso

Batu Ruby Yang Retak

Batu Ruby Yang Retak
Oleh : Andrie Wongso
Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu ruby yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu ruby itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut. “Mohon ampun Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap. “Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu ruby kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya.”
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu ruby retak ini menjadi lebih indah.”
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu ruby itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata ruby yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.
Netter yang luar biasa,
Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.
TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI
Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!
Salam sukses luar biasa!Andrie Wongso

Every One Is Number One

Every One Is Number One
Oleh : Andrie Wongso
Jalanku bukanlah jalanmu, deritaku bukanlah deritamu Setiap manusia memiliki potensi guna menaklukan segalanya Airmataku bukan airmatamu, sakitku bukan sakitmu Langit yang sama, kebanggaan yang berbeda, satu dalam perasaan.Jangan gelisah dan menistai diri sendiri Diperlukan ketenangan dan ketegaran Asalkan mau menerjang ke depan, katakan pada diri sendiri, Aku dilahirkan pasti berguna!Every one is number one, Asalkan kau tidak selalu bertanya, mampu atau tidak. Satukan energi, raihlah mimpi di dalam hidupmu untuk menyongsong masa depan dan janganlah menunggu.Every one is number one, kunci sukses ada di tanganmu, mau atau tidak Alirkan keringat yang paling panas, genggamlah hati yang paling tulus Number one adalah milik setiap orang.Tanganku bukan tanganmu, mulutku bukan mulutmuHanya dibutuhkan sebuah hati, badai dan hujan deras dapat menjadi kawan baik kita.Janganlah takut dinginnya perjalanan walaupun sampai pada sedikitnya kehangatan yang tersisa. Aku tetap akan menerjang dengan sekuat tenaga.Everyone is number one! Setiap Orang Adalah Nomer Satu ! Luar biasa!

Be The Best

Be The Best
Oleh : Andrie Wongso


Di dalam masyarakat terutama di negara berkembang, banyak sekali masyarakatnya yang terjangkit penyakit mitos-mitos yang menyesatkan. Di antara mitos itu adalah:


Mitos pendidikan, "Saya tidak bisa sukses karena pendidikan saya rendah".
Mitos nasib, "Biar berjuang bagaimanapun, saya tidak mungkin sukses karena nasib saya memang sudah begini dari sononya".
Mitos kesehatan, merasa diri tidak kuat secara fisik.
Mitos usia, "Ini pekerjaan untuk anak muda, saya terlalu tua untuk pekerjaan ini".
Mitos gender, "Jelas aja bisa, dia kan perempuan sayakan pria" atau sebaliknya.
Mitos shio, "dia shio macan memang bisa sukses, saya kan shio babi" dan lain sebagainya. Dan penyakit mitos-mitos lainnya.


Jika mitos-mitos itu telah dijadikan pedoman hidup, maka nasib kita akan sulit berubah. Sikap mental negatif seperti di atas, jelas merupakan pengertian yang salah. Apalagi jika sudah masuk ke alam bawah sadar kita, maka akan membawa dampak sangat negatif dalam kehidupan kita secara menyeluruh. Membuat kita kalah dan gagal sebelum berjuang!!!

Dalam memasuki dunia bisnis, ada dua mitos yang berpengaruh paling besar, yaitu masalah modal dan pendidikan. Saya justru tidak memiliki keduanya saat memulai usaha dulu. Yang saya miliki hanyalah ide membuat kartu kata-kata mutiara dan keberanian untuk mencoba. Saya memiliki kemampuan kungfu, dan potensi diri itulah yang saya manfaatkan. Saya mengajar kungfu secara privat untuk mendapatkan modal awal.

Jadi saya berangkat tanpa modal, tanpa uang, tanpa pendidikan formal yang memadai, tapi mana yang mendahului usaha saya? Ide! Dan keyakinan bahwa saya bisa sukses, saya berhak untuk sukses! Dengan pemahaman itu, muncul keberanian untuk mencoba.

Dari penolakan-penolakan dan melalui proses perjuangan yang luar biasa ulet, ulet, dan ulet, usaha itu baru bisa berkembang baik. Kegagalan dan penolakan adalah konsekuensi dari setiap keputusan yang kita ambil. Kita hanya punya dua pilihan, berhasil atau gagal. Kuncinya dalah action dan mental yang positif. Sebab kedua pilihan itu bisa jadi "benar" karena di balik setiap kegagalan terdapat proses pendidikan, sebuah pelajaran untuk kita berbuat dan bertindak lebih bijak di kemudian hari.

Seperti kata-kata mutiara yang sering saya ucapkan: "Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tetapi dari proses perjuangannya". Jika itu disadari oleh semua orang, maka tidak ada lagi yang namanya larut dalam frustasi, kecewa, depresi, apatis, kehilangan motivasi, apalagi putus asa.

TETAP MENJADI YANG TERBAIK. Memang bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu motivasi yang kuat, komitmen pada tujuan, serta melewati proses latihan dalam praktek kehidupan yang nyata. Sebagai manusia yang mengerti, menyadari, dan dapat berpikir jernih, maka kita harus bisa dan berani menentukan sikap dengan segenap tenaga, waktu, dan pikiran untuk tetap mengembangkan diri semaksimal mungkin.

Ilmu untuk memelihara motivasi diri bisa dipelajari oleh siapa pun. Salah satu latihan yang paling mudah untuk menguatkan diri sendiri adalah melakukan self talk. Kita gali potensi-potensi positif dalam diri kita dengan melakkukan dialog dengan diri kita sendiri.

Yakinkan bahwa diri kita memiliki kemampuan untuk sukses. Jika orang lain bisa sukses, kita pun mempunyai hak untuk sukses sama seperti mereka.

Keyakinan kepada Tuhan, serta doa dan praktek dalam kehidupan ini merupakan upaya yang mampu memberikan kekuatan motivasi diri yang luar biasa.

Sikap mental lain yan perlu kita pelihara adalah menyadari bahwa sukses yang kita raih bukan hanya sekedar mengandalkan diri sendiri, selalu ada andil orang lain di dalamnya. Rendah hati adalah kata kuncinya, tetapi sebaliknya, tidak rendah diri pada saat mengalami kegagalan.

Dengan demikian tidak hanya semakin dewasa dalam mengarungi kehidupan ini, yang pasti kualitas kehidupan kita akan semakin baik, semakin sukses, yang pada akhirnya akan bermanfaat pula bagi orang lain.

PASTIKAN menjadi yang terbaik !!!
BE THE BEST!!!!


Salam sukses luar biasa
Andrie Wongso

Saatnya Mengembalikan Karakter Bangsa

Saatnya Mengembalikan Karakter Bangsa
Oleh : Andrie WongsoTanpa terasa,
Waktu 63 tahun lewat begitu cepat. Seperti baru kemarin kita mendengar kumandang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Dwi Tunggal, Soekarno Hatta. Kini, kita juga telah melampaui 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional pada bulan Mei silam. Kita pun sudah melewati satu dasawarsa era reformasi. Dan, bahkan presiden di republik ini pun telah berganti hingga enam kali. Tetapi, perjuangan kita seperti belum berujung. Kita masih belum bisa mencapai cita-cita luhur bangsa yang berkeadilan sosial dan sejahtera di semua bidang.Sungguh menyedihkan, kita yang sempat dijuluki calon macan Asia, kini justru terpuruk di kawasan ASEAN, kalah oleh tetangga seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand. Jangankan bicara mengejar Jepang dan Korea, bahkan dengan negeri seperti Vietnam-yang belum lama merdeka-pun kita mulai ketinggalan. Sungguh ironis!Sepertinya, hampir di semua bidang kita mengalami kemunduran. Ekonomi, sosial, politik, hukum, olahraga dan lain2, Padahal, jika ditilik dari segi usia, bangsa ini sudah cukup dewasa. Tetapi, mengapa kita justru seperti terjebak dalam lingkaran kemiskinan, kebodohan, dn keterbelakangan?Sebenarnya, sumber utama masalah keterpurukan ini adalah karena kemiskinan mental, rapuhnya karakter dan kemunduran moralitas. Terasa sekali terjadi kemerosotonan kecintaaan pada bangsa, kedisiplinan, kerja keras, kebersamaan, gotong royong. Bahkan, seakan Roh ke-Indonesiaan yang tercermin dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika, sedemikian meredup digantikan oleh kepentingan pribadi dan golongan tertentu. Setiap tahun, setiap momen kebangsaan yang seharusnya bisa jadi sarana membangkitkan semangat membangun bersama, hanya berujung pada slogan kosong belaka. Sejujurnya bosan kita menderita, saatnya bersama , bangun Indonesia!Mari, jadikan ulang tahun kemerdekaan RI ke-63 ini sebagai momen untuk membangun kesadaran bahwa kita bisa bangkit ! success is our rigfht! Sukses adalah hak kita semua!Tak usah menengok ke belakang hanya sekedar mencari alasan dan kesalahan. Yang harus kita lakukan adalah menemukan kelemahan dan kesiapan untuk memperbaikinya.Saya bangkit! Anda bangkit! Kita bangkit!Dengan semangat kebersamaan, semangat ke-Indonesiaan, semangat pantang menyerah, kita bangun karakter bangsa demi mencapai kejayaan persada Indonesia tercinta sekaligus mampu berdiri tegak berdiri sama tinggi dengan bangsa bangsa manapun di muka bumi ini.Dirgahayu Indonesiaku. Merdeka!!! Demikian dari saya Andrie wongsoSalam sukses luar biasa!!

14 August 2008

PENERIMAAN DIRI APA ADANYA ADALAH MODAL AWAL UNTUK SUKSES

PENERIMAAN DIRI APA ADANYA ADALAH MODAL AWAL UNTUK SUKSES
Oleh: Soesilowati
Kita tentu masih ingat pepatah “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”. Pepatah ini juga berlaku saat kita ingin meraih sukses atau tujuan tertentu. Manusia mempunyai pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Sederhananya, semua informasi yang diterima oleh manusia akan direkam dalam pikirannya. Informasi yang sering digunakan/baru didengar masuk ke pikiran sadar, sedangkan informasi yang jarang sekali digunakan/pernah didengar akan direkam dalam pikiran bawah sadar. Nah, untuk mencapai suatu tujuan diperlukan kekompakan antara pikiran sadar dan bawah sadar.

Wah, penjelasannya kok ruwet, ya? Eit… hati-hati dengan perkataan yang digunakan. Menurut pakar teknologi pikiran, kalimat yang negatif menyebabkan hidup jadi lebih negatif (bukan lebih hidup, lho…).

Beberapa alasan mengapa kita tidak dapat menerima diri apa adanya:
1. Persepsi orang di sekeliling kita (misal, karena gender, keturunan, dll)
2. Kondisi fisik
3. Tindakan orang lain yang tidak dapat kita terima (trauma).

Bahkan, anak kecil pun dapat mengalami trauma dari kejadian yang tampaknya sepele. Contoh, anak saya yang baru berumur empat tahun. Kemarin, dia mengalami trauma untuk pergi ke dokter. Selidik punya selidik, ternyata saat ke dokter terakhir kali volume suara dokter cukup tinggi. Dan, nada suaranya pun kurang bersahabat. Meskipun hal itu tidak ditujukan pada anak saya, tapi itu sudah ‘dianggap’ kejadian yang tidak menyenangkan.

Salah satu ciri orang yang tidak dapat menerima diri sendiri adalah suka marah dan memaksakan kehendak. Sebaliknya, ciri-ciri orang yang dapat menerima diri sendiri adalah suka senyum dan mudah mengucapkan terima kasih atau bersyukur.

Mungkin saja kita berkomentar, “Bagaimana kita disuruh bersyukur kalau kita sedang mendapat masalah?” Untuk lebih jelasnya saya kutipkan cerita berikut ini.

Sejak sakitnya menjadi parah, Masaru Emoto bangun tiap pukul empat pagi (meskipun kata dokter hal itu tidak banyak membantu karena umurnya akibat kanker tinggal tiga bulan) Pesan yang diberikan dokternya hanya banyak istirahat, mengurangi pekerjaan, dan berdoa. Siapa tahu Tuhan memberi waktu lebih panjang? Karena pesan ketiga itulah sekarang ia sangat mencintai suasana pagi hari.

Maka, usai mencuci muka, ia keluar dan menaiki atap rumahnya. Ada yang selalu indah ketika ia menatap ke Timur. Udara segar dihirupnya dalam-dalam. Setiap kali dihembuskan napas, tiba-tiba bibirnya terbisik kata “terima kasih”.

Mula-mula ia hanya merasa, kalau pagi hari memang indah. Perasaannya jadi lebih tenang. Mengherankan, lama-kelamaan ia tidak memikirkan lagi sakitnya. Ia hanya merasa Tuhan begitu baik. Tuhan memberinya hari demi hari yang indah. Belum pernah ia mengalami perasaan setenang dan sebahagia itu.

Masaru Emoto akhirnya terbebas dari kanker ganas dan ia menyerukan kepada dunia, “Dengan hati yang dipenuhi syukur dan cinta, Anda akan memiliki kekuatan untuk mengalahkan segalanya!”

Apakah Anda mau menerima diri apa adanya?[soe]

* Soesilowati mengawali kariernya sebagai staf IT di Kasogi. Kecintaannya pada dunia anak, dan apa yang dapat membantu anak dalam belajar mendorongnya mempelajari sempoa dan metode memori, akhirnya mempertemukannya dengan Adi W. Gunawan (pemilik sekolah Anugerah Pekerti). Sekarang, ia menjadi guru di sekolah tersebut. Soesilowati dapat dihubungi di soesi_wati@yahoo.com.

Mestakung, The Secret Dan Kemerdekaan Indonesia

Mestakung, The Secret Dan Kemerdekaan Indonesia
Oleh : Prof. Yohanes Surya Ph.D Rektor Universitas Mulimedia Nusantara
Dalam suatu seminar yang diadakan di Jakarta seorang peserta seminar menanyakan apa hubungan Mestakung dengan The Secret. Saat itu saya tidak bisa menjawabnya karena saya belum pernah membaca buku The Secret. Selang beberapa bulan kemudian, dikantor saya ada yang menaruh video The Secret. Saya menonton dan menikmatinya. Ternyata banyak hal menarik dalam buku/video The Secret ini yang berkaitan erat dengan Mestakung.Rahasia sukses menurut The Secret terletak pada visualisasi. Ketika kita meminta sesuatu lalu kita memvisualisasikannya, maka terjadilah apa yang dinamakan hukum tarik menarik. Segala sesuatu ditarik oleh visualisasi itu sehingga akan terwujudlah apa yang diimpi-impikan itu. Tiga hal yang penting dalam the Secret adalah ask (minta), believe (percaya), receive (menerima).Dalam konsep Mestakung, ketika kita menginginkan sesuatu, misalnya kita menginginkan sebuah mobil BMW, kita harus menempatkan diri pada kondisi kritis, suatu kondisi dimana kita benar-benar menginginkan mobil BMW itu. Kondisi kritis dapat terjadi dengan memvisualisasikan mobil BMW dalam pikiran kita, dengan menceritakan ke banyak orang, mengatakan bahwa 2 tahun lagi kita akan punya BMW seri terbaru. Ketika kondisi kritis ini sudah terbentuk maka terjadilah proses pengaturan diri (self organizing) dari alam semesta. Segala sesuatu dalam alam ini akan mengatur diri dan membebaskan kita dari kondisi kritis ini. Dengan kata lain alam akan mengatur diri sehingga mobil BMW yang kita idam-idamkan ini akan kita peroleh. Peristiwa pengaturan diri inilah yang saya namakan Mestakung (= seMESTA menduKUNG).Proses mestakung ini akan terjadi kalau kita melangkah-melangkah dan melangkah dengan tekun. Kita harus tekun melangkah untuk membuat apa yang kita inginkan itu terwujud. Ketika kita melangkah itu, terjadilah proses pelipatgandaan dimana mestakung akan membuat semua yang tampak tidak mungkin menjadi mungkin. Misalnya dalam buku prinsip sukses dan juga dikutip dalam buku The secret diceritakan bagaimana Jack Cranfield yang mempunyai penghasilan $ 25.000./tahun berhasil melipatgandakan penghasilannya menjadi jutaan dollar/tahun. Awalnya ia menginginkan mempunyai penghasilan $ 100.000/tahun. Ia memvisualisasikan ini dengan menulis sebuah replika raksasa uang kertas $ 100.000 diatas langit-langit rumahnya. Setiap bangun tidur ia melihat replika ini. Ia menciptakan perasaan seolah-olah ia telah memiliki uang tersebut. Selama proses (penempatan diri pada kondisi kritis) ini berlangsung, berbagai kesempatan mulai datang. Setiap hari ada saja ide yang datang untuk menghasilkan uang. Ia mulai menulis buku, menghubungi penerbit dan mulai mempromosikan buku ini. Akhirnya menjelang akhir tahun ia mendapatkan $ 92.000 (hampir mendekati apa yang diimpikan). Kalau Jack Cranfield tidak melangkah, mestakung tidak akan terjadi, semesta tidak akan mendukung ia. Mungkin ia tidak akan bertemu dengan jurnalis yang mempromosikan bukunya dalam National Enquirer, atau ia tidak akan diundang oleh University of Massachussetts untuk berjualan di suatu konferensi, ataupun ia tidak akan mendapat banyak sekali undangan seminar, sehingga tidak akan terjadi pelipatgandaan penjualan.Ketika tim Indonesia akan bertanding di China dalam Olimpiade Fisika Asia April 2007, saya memvisualisasikan Indonesia mengalahkan China, menempatkan diri pada kondisi kritis dan mulai melangkah dan melangkah dengan tekun. Waktu itu bahkan selama 1 bulan saya tinggal dengan para siswa di sebuah ruko hanya untuk mengejar target ini. Kita memang tidak sempurna mengalahkan China (kita hanya mampu mengalahkan China dalam eksperimen fisika, dalam teori kita gagal), namun kita mampu menjadi juara kedua dengan perolehan nilai China 43,3 point dan Indonesia 43,2 point. Kita berhasil meraih 2 medali emas (suatu hal yang mustahil terjadi kalau mengingat dalam olimpiade fisika di China tahun 1994 kita tidak mendapatkan satu medali perunggupun).Dalam buku Mestakung rahasia sukses, proses terjadinya mestakung ini saya namakan Krilangkun (kondisi KRItis, meLANGkah, dan teKUN).Begitu banyak orang termotivasi oleh buku The Secret dan Mestakung ini. Baru-baru ini seorang presdir dari suatu perusahaan real estate menelfon, mengatakan bahwa ia berterimakasih sekali untuk seminar mestakung yang saya bawakan di awal tahun 2007. Target dua kali lipat penghasilan yang seharusnya terjadi sampai akhir tahun ini, di pertengahan tahun sudah tercapai. Telah terjadi pelipatgandaan yang luar biasa karena mestakung.Saya berpikir, jika perorangan, perusahaan bisa sukses dengan menerapkan hukum tarik menarik dan mestakung ini, mengapa tidak diterapkan untuk negara kita dalam mengisi kemerdekaan ini?Bagaimana kalau seluruh komponen bangsa pada saat kemerdekaan ini memvisualisasikan Indonesia ditahun 2020 sebagai negara kaya makmur masuk 5 besar kekuatan ekonomi dunia, dihormati seluruh bangsa didunia ini, serta rakyatnya sejahtera, aman, tenteram, berpendidikan tinggi dan hidup berkelimpahan. Kita merdekakan pikiran kita dari belenggu pikiran negatif yang membuat kita miskin, lemah dan tak berdaya. Setiap pejabat membuat blue print pembangunan yang mengarah pada visualisasi ini. Setiap orang didorong untuk berpikir positif, mempunyai keyakinan dan bertindak untuk merealisasikan ini. Saya percaya bahwa ketika kita lakukan visualisasi ini terus menerus, dan melangkah dengan tekun, maka kita akan melihat bagaimana mestakung (semesta mendukung) bekerja, bagaimana the law of attraction akan melipatgandakan hasil dan membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.Prof. Yohanes Surya Ph.D Rektor Universitas Mulimedia Nusantara).

Menikmati Putaran Roda Kehidupan

Menikmati Putaran Roda Kehidupan
Oleh : Agus Riyanto
Sukses itu penuh perjuangan, bahkan harus diraih dengan pengorbanan yang dahsyat, begitu orang bilang. Meraih sukses itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sering kita kagum terhadap orang-orang sukses di dunia ini, namun kita jarang menelusuri perjalanan sukses mereka yang penuh onak dan duri.Jika kita dilahirkan di tengah keluarga yang sederhana, atau bahkan kekurangan, mungkin kita tidak akan mendapatkan fasilitas yang memadai untuk mewujudkan impian sukses kita. Berawal dari pendidikan yang layak, mungkin kita hanya mendapatkan pendidikan seadanya. Karena kita tidak mendapat fasilitas yang memadai, seperti biaya kuliah dan lain-lain maka kita pun harus berjuang dari nol. Kita bergerak dari bawah, kita berjuang dari bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa, tidak diakui siapa-siapa, untuk menjadi diri kita yang sesungguhnya yang eksistensi dan kompetensinya diakui dunia di sekitar kita.Perjuangan dari bawah adalah perjuangan yang keras dan penuh tantangan. Kita menaiki tangga dari anak tangga yang pertama. Jika orang tua kita adalah pemilik perusahaan, tentu kita tinggal mewarisinya. Kita tidak perlu susah-susah merintis karir dari bawah atau merintis usaha/bisnis dari nol. Tapi jika kita meraih kesuksesan dari tidak punya apa-apa menjadi punya segalanya, kesuksesan ini akan sangat berarti bagi kita. Dan yang lebih penting lagi, perjalanan dalam meraih kesuksesan itu sendiri menjadi kekayaan mental kita yang sangat bernilai.Berjuang dari nol/dari bawah, butuh kesabaran dan semangat yang berlipat ganda. Mungkin kita harus mulai dari profesi yang dalam pandangan umum kurang keren atau tidak berkelas. Misalnya sebagai office boy, pembantu rumah tangga, tukang sapu jalan, pedagang asongan, atau yang lainnya. Bukan berarti saya meremehkan profesi yang saya sebut tadi, tapi kenyataannya bila kita lakukan survey pasti hampir semua orang akan enggan menjalani profesi tadi. Dan mungkin juga orang yang benar-benar sedang menjalani profesi tadi juga karena terpaksa, karena adanya seperti itu, daripada nganggur, atau juga karena minder, "Lha wong saya hanya tamat SD atau SMP, mana mungkin saya dapat pekerjaan yang mentereng..." Banyak orang menganggap pendidikan yang rendah menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan.Jika sebuah pekerjaan itu jelas halal dan berkah, buat apa kita malu menjalaninya. Banyak orang ingin kaya dan terlihat perlente, namun pada kenyataannya banyak dari mereka mengambil jalan pintas: korupsi, menjalankan bisnis haram, pergi ke dukun, atau kalau perlu ngingu (memelihara) tuyul dan cari pesugihan. Ini kan tidak ada artinya. Walau kita pada akhirnya kelihatan kaya, punya uang melimpah, tapi pada hakikatnya tidak ada nilainya sama sekali. Saya pikir seorang pemulung yang kucel/lusuh lebih baik daripada mereka.Kesuksesan yang diraih dengan kerja keras dan tetap konsisten di jalan yang luruslah yang akhirnya akan memberikan kebahagiaan yang sejati. Kekayaan yang kita miliki bukan cuma materi, tapi juga kekayaan mental/kaya hati. Ini adalah kesuksesan yang ideal; selain materi, spiritualitas juga kita miliki. Jadi dunianya kita dapat, akhiratnya juga tidak ketinggalan.Saya mengenal seorang figur sukses yang luar biasa. Beliau pernah menjadi cleaning service, kemudian bekerja di sebuah universitas negeri di Purwokerto. Mengawali karier sebagai tukang fotokopi dan penjilidan buku. Namun mimpi beliau tidak pernah padam. Walau beliau berasal dari keluarga petani yang sangat sederhana, mimpinya tetap menjulang ke langit. Sambil bekerja, beliau melanjutka studi di sebuah "Universitas Terbesar" di Indonesia, yakni Universitas Terbuka. Setelah lulus UT, beliau tidak berhenti, tapi malah nekat ikut bersaing untuk mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri. Beberapa kali gagal, tidak membuatnya patah semangat. Hingga akhirnya beliau dapat melanjutkan S2 di Leicester University, Inggris. Setelah menjadi MBA Ed, beliau juga tidak berhenti. Beliau kemudian mendalami NLP (Neuro Linguistic Programming) di negeri kanguru, Australia. Semangat belajar yang tinggi membuatnya terus bertumbuh dari seorang cleaning service/pegawai rendahan menjadi kepala bagian, pembicara publik, dosen luar biasa, motivator dan trainer. Perjuangan beliau membuahkah sukses berkat kerja keras dan semangat pantang menyerah sebelum kesuksesan berada di tangan. Latar belakang keluarga, pendidikan dan profesi awal meniti karier tidak menghentikan mimpi untuk meraih impian dan memberikan yang terbaik untuk kehidupan ini.Kisah di atas hanyalah sekedar contoh bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini kalau kita mau berjuang sepenuh hati. Mungkin sekarang kita masih jadi pegawai rendahan, disuruh ini dan itu, bekerja di bawah tekanan yang luar biasa. Atau bisnis kita baru bertunas, orang-orang memandang dengan sebelah mata. Bukankah itu sebuah ujian, apakah kita sanggup melewati tangga demi tangga kehidupan hingga akhirnya kita sampai pada puncak tangga kesuksesan. Untuk menggapai impian, kita hanya butuh semangat berlipat ganda daripada orang kebanyakan. Di saat orang lain berhenti melangkah, justru kita berlari. Di saat orang lain berkata, "Itu tak mungkin berhasil", kita justru yakin bahwa nothing is impossible. Di saat kita diremehkan, dipandang sebelah mata, kita justru lebih yakin lagi siapa diri kita yang sesungguhnya. Keberhasilah kita bukan karena orang lain, tapi karena usaha kita sendiri. Kita yakin dengan kemampuan kita. Kita tidak pasrah begitu saja dengan keadaan, namun ikhtiar sekuat tenaga, baru setelah itu bertawakkal menyerahkan hasilnya pada Yang Maha Kuasa.Salam sukses dunia-akhirat!Agus Riyanto

Memaknai Kompetisi Sebagai Sebuah Pusaran Sinergi

Memaknai Kompetisi Sebagai Sebuah Pusaran Sinergi

Oleh : Tommy Setiawan

Dewasa ini kata KOMPETISI banyak ditafsirkan sebagai sebuah drama yang selalu melahirkan "Pemenang" sekaligus mencetak sekumpulan "Orang Kalah". Sebagai konsekuensinya, "Pemenang" akan ditafsirkan sebagai sosok yang menjulang di puncak kejayaan, yang akan dipandang dengan wajah menengadah oleh kaum "terkalahkan".

Sekejam itukah makna KOMPETISI? Apalagi bila panggung kompetisi ini sudah menapak, sudah mengejawantah di kehidupan riil sehari-hari. Sungguh kejam bila alam semesta ini pada akhirnya dikotak-kotakkan sebagai winner-looser, sebagai leader-follower, sebagai champion-mediocre, sebagai developing-under developed, atau sebagai central-marginal. Sedangkal itukah Hukum Alam yang harus dijalani oleh manusia?

Tentu tidak! Tuhan Sang Pemangku semesta alam ini sudah menyerukan untuk "Berlomba-lomba di dalam kebaikan". Ini artinya, hakikat sejati dari KOMPETISI akan jauh lebih dalam dari sekedar menang-kalah. Ada energi positif yang sangat besar, yang mengandung berjuta manfaat, yang dikandung oleh drama bernama KOMPETISI ini.

Sebagai contoh, kesuksesan Tim Olimpiade Fisika Indonesia sebagai the rising star, telah memacu ratusan SMA unggulan di seantero negeri untuk menempatkan wakil-wakilnya. Walaupun akhirnya tim terpilih hanya terdiri dari "hitungan jari", tidak berarti ribuan siswa yang telah ikut berkompetisi lantas menjadi sia-sia.

Tengoklah, berapa banyak SMA yang saat ini dengan bangga memasang papan nama "Mitra Olimpiade Fisika" dihalaman muka sekolahnya? Berapa banyak siswa SMA yang mendadak "jatuh cinta" pada mata pelajaran yang dulunya biasa dianggap monster? Semua pencapaian itu adalah hasil SINERGI dari ribuan siswa yang (menjadi) antusias, hasil SINERGI dari ratusan guru yang (menjadi) kompeten. Dan semua aktifitas ini berpusaran dengan KOMPETISI (Olimpiade Fisika) sebagai pusat orbitnya.

Jadi apa hakikat sejati dari KOMPETISI itu? Untuk menjawabnya, kita mengacu pada sebuah Hukum Alam, yaitu bahwa segala sesuatunya di alam semesta ini selalu bergerak memutar. Semua mahluk Tuhan tanpa kecuali, selalu bergerak memutar.

Tengoklah, sekumpulan tatasurya akan mengorbit membentuk galaksi. Sekumpulan galaksi mengorbit membentuk super cluster. Sekumpulan elektron akan mengorbit membentuk molekul. Metabolisme manusia juga merupakan pusaran, sirkulasi dari energi kimia (makanan) menjadi energi tubuh (bio energi) dengan perantaraan sirkulasi darah dimana jantung merupakan pusat orbitnya. Contoh-contoh di atas menegaskan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini selalu berpusaran pada "sesuatu" yang lebih besar dari dirinya.

KOMPETISI adalah sebuah bentuk pusaran. Sang "pemenang" adalah pusat orbitnya, sementara "peserta lainnya" akan berputar mengelilinginya. Tidak ada istilah "kalah-menang" di sini, karena kewajiban sang "pemenang" adalah membagi ilmunya, membagi pengalamannya, menebar energi positifnya, kepada siapa saja yang mengorbit di sekelilingnya. Sedangkan kewajiban "peserta lainnya" adalah membuka diri untuk menyerap energi, menyerap ilmu, menyerap pengalaman dari sang pusat orbit, sang "pemenang". Inilah sebuah bentuk SINERGI.

Meskipun sama-sama mengorbit, tapi ada perbedaan mendasar antara manusia dengan mahluk Tuhan lainnya dalam melakukan SINERGI nya. Seperti "bumi-matahari", sampai kapan pun bumi selalu mengitari matahari dan tak mungkin terjadi hal sebaliknya. Tapi manusia sama sekali berbeda.

Manusia, mahluk Tuhan yang telah di "inisiasi" sebagai penguasa bumi dan isinya, telah dianugerahi kemampuan yang tak terbatas. Setiap orang memang akan selalu "mengorbit" pada seseorang yang lebih sukses dari dirinya. Seorang karyawan mengorbit pada perusahaan tempat ia bekerja. Seorang pengusaha akan mengorbit pada segmen konsumen tertentu dan juga mengorbit pada pengusaha senior lainnya (baca: networking). Seorang trainer akan mengorbit pada seorang guru yang lebih diakui kesahihannya. Tapi pada satu titik, setelah ia sukses menyerap energinya, menyerap pengalamannya, ia akan lepas, dan menjelma sebagai pusat orbit yang baru.

Kini ia akan beralih tugas, dari "menyerap" berubah menjadi "membagi". Dan di sekelilingnya PASTI akan mengorbit rekannya, muridnya, koleganya, bawahannya atau pengagumnya yang dengan hati terbuka bersedia menyerap ilmu dan pengalamannya. Terjadilah sebuah SINERGI yang menjadi mata rantai tak terputuskan. Saling memberi dan menerima. Inilah hakikat yang terdalam dari sebuah KOMPETISI, yang jauh lebih bermakna dari sekedar kalah-menang.

Tahun 2008 sudah kita masuki, marilah kita jalani peran kita masing-masing dengan sebaik-baiknya, agar terjadi SINERGI, yang memang merupakan kehendak Tuhan bagi setiap manusia. Anda yang sedang jadi "pemenang" , sedang menjadi atasan, sedang menjadi idola, bagilah pengalaman dan energi Anda. Sedangkan Anda yang sedang mengorbit, bukalah hati Anda agar dapat maksimal dalam "menyerap".

Suatu saat, atasan-bawahan, idola-pengagum, junior-senior, market leader-follower, pasti akan bertukar peran. Dan itu PASTI terjadi karena memang sudah menjadi ketentuan alam.

Ditulis oleh Tommy Setiawan, seorang praktisi pemasaran. Tommy dapat dihubungi melalui blowbytommy@yahoo.com atau melalui 0812 80 56772.